Tinggal di daerah beriklim tropis serta dilalui oleh garis khatulistiwa membuat suhu udara terasa semakin panas melebihi suhu di daerah lain di tanah air. Dan walaupun sudah berada di dalam rumah, faktor panas Pontianak yang tinggi menyebabkan penghuni merasa gerah ketika berada dirumah.

Cara yang umum untuk mengatasi masalah suhu panas ini tentunya dengan menggunakan perangkat AC (Air Conditioner). Namun penggunaan AC berdampak terhadap biaya konsumsi listrik yang tinggi. Maka, untuk menciptakan kesejukan dan kenyamanan didalam rumah tanpa menggunakan AC perlu tips berikut ini:

1. Perbanyak Bukaan

Agar terasa sejuk didalam rumah buatlah ruang dengan bukaan yang cukup banyak, bukaan yang banyak memungkinkan udara masuk dan keluar dengan lancar. Dengan demikian maka udara akan terasa segar dan ruangan menjadi lebih sejuk.

    

2. Menerapkan Ventilasi Silang

Perhatikan perletakan jendela maupun ventilasi. Lubang angin yang diletakkan berseberangan, tidak berhadapan dapat membuat udara di dalam ruangan bergerak dan terjadi pertukaran udara sehingga ruangan lebih sejuk. Kembali pada prinsip udara, bahwa udara yang bergerak ke tempat dengan tekanan berbeda. Dengan membuat ventilasi silang, suhu rumah tidak panas saat matahari menyengat.

     

3. Cermat Memilih Material Penutup Atap

Pemilihan material penutup atap sangat berpengaruh bagi suhu dalam ruang. Material penutup atap yang mudah menyerap panas otomatis membuat suhu atap meningkat, menyebabkan ruang di bawah atap juga meningkat. Maka pilihlah material yang tidak mudah menyerap panas, seperti genting keramik atau tanah liat, Genting Beton, Onduline.

Jika menggunakan atap jenis metal, sebaiknya dilapisi dengan aluminium foil dan Glass-Wool agar daya serap panas tertahan pada lapisan aluminium foil tersebut. Lembaran alumunium fiol akan menetralkan panas sehingga diharapkan tidak menembus ke bawah. Sisa panas yang masih menembus lapisan ini akan diserap oleh lapisan dibawahnya, yaitu glass-wool. Memasang insulasi semacam ini di dalam rumah memang tidak mudah. Apalagi jika pemasangan lapisan pada rumah yang sudah jadi, hampir tidak memungkinkan. Kecuali kalau atap Anda sedang atau sengaja mau dibongkar.

    

4. Tinggikan Langit-Langit

Langit-langit ruangan (plafon) jika terlalu pendek akan terasa panas dan pengap karena udara di bagian atas antara langit-langit dan atap tidak dapat bersirkulasi dengan lancar untuk mengeluarkan udara panas yang terjebak di dalamnya. Biasa tinggi plafon yang diperlukan untuk hal ini adalah lebih dari 3 meter atau setara dengan 2 kali tinggi tubuh manusia dewasa. Plafon tinggi akan menjauhkan ruangan di bawahnya dari sumber radiasi. Anda bisa juga membuat void atau model plafon tinggi yang menerus hingga ke atas lantai dua. Dengan begitu, aliran udara akan lancar dan membuat ruangan terasa lebih lega.

  

5. Loteng Sebagai Ruang Perantara

Loteng merupakan ruang antara atap dan plafon yang berfungsi menahan panas dari atap. Dengan adanya loteng, suhu panas dari atap tidak langsung diteruskan ke ruangan bawahnya, dalam hal ini loteng menjadi ruang perantara. Jangan lupakan ventilasi pada loteng agar terjadi pertukaran antara udara panas dan udara dari luar. Cara ini dapat diterapkan pada rumah dengan bentuk atap datar yang menempel ke bangunan tetangga dan cara ini efektif juga untuk atap berbentuk standar tanpa mengunakan atau memasang plafon pada langit – langit Rumah.

  

6. Orientasi Bangunan Terhadap Matahari

Ruangan-ruangan yang sering digunakan, seperti kamar tidur atau ruang keluarga, sebaiknya tidak diletakkan di sisi barat, karena akan langsung mendapat panas terik dari matahari. Atur juga peletakan bukaan pada ruang agar cahaya matahari yang masuk tidak berlebihan dan malah membuat ruang semakin panas.

7.Perbanyak Tanaman

Lahan yang tersisa dari rumah Anda, sebisa mungkin Anda manfaatkan sebagai area hijau. Kehadiran tanaman pada halaman rumah dapat membuat rumah terasa lebih sejuk, karena tanaman berfungsi sebagai sun shading yang menahan panas matahari masuk kedalam bangunan. Akan lebih baik jika Anda meletakkan tanaman dekat dengan garasi atau dapur. Tanaman yang diletakkan dekat garasi atau dapur akan sangat membantu penurunan suhu karena dapat menyerap unsur karbon yang ada pada udara panas yang timbul oleh aktivitas di daerah itu.

    

Nistain Odop, ST

Arsitek – Penulis

Lulusan AT YKPN dan Universitas Teknologi Yogyakarta

Owner Artline Arsitek

                                                 www.artlinearsitek.com

Kategori: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Person Whatsapp Kami