lp

MEMBANGUN RUMAH KEBUN nan TROPIS

Tren gaya hidup kembali ke alam (back to nature) telah menjadi bagian gaya hidup kosmopolitan di berbagai belahan dunia tidak terkecuali di Indonesia. Konsep ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sampai dengan penataan rumah sebagai solusi impian warga kota yang sudah sangat penat menjalani kehidupan di kota besar yang sesak, semrawut, dan polutif. Kehadiran kebun/taman di rumah sudah menjadi keharusan dan merupakan faktor penentu nilai jual rumah. Rumah kebun dan rumah taman pun menjadi pilihan.

Rumah dan kebun/taman merupakan reinterpretasi sosial budaya masyarakat terhadap alam dan kehidupan tempat tinggalnya. Rumah adalah tempat hunian untuk beristirahat, bersosialisasi, berkeluarga, dan beribadah. Kebun/taman merupakan cermin energi alam sebagai sumber kehidupan. Maka, jika rumah dan kebun/taman dirancang sebagai satu kesatuan yang harmonis akan memberikan energi kehidupan kepada penghuni.

Karena kesatuannya terhadap alam, maka rumah kebun lebih identik dengan hunian yang tropis, keduanya tidak bisa dipisahkan. Rumah Tropis juga merespon alam sekitar, yang mana pengaruh iklim panas dan hujan yang tinggi direspon secara baik kedalam hunian. Konsep Desain Rumah Tropis akan mengoptimalkan potensi iklim tropis dan mengurangi dampak atau pengaruh buruk iklim. Dengan kata lain konsep desain rumah tropis adalah konsep desain yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis yang membuka diri terhadap alam lingkungan, lansekap dan bahkan energi, merespon energi alam disekitarnya.

Konsep rumah kebun yang umum digunakan adalah model rumah kebun tropis yang memiliki nuansa natural dan kesan menyatu dengan alam sesuai dengan konsep yang diusung rumah kebun. Konsep rumah kebun tropis yang dikelilingi taman asri dan pepohonan juga akan membuat rumah yang Anda tempati menjadi lebih sejuk. Jika memungkinkan, material yang digunakan juga sebaiknya dari alam lingkungan sekitarnya (regionalism) atau mayoritas menggunakan bahan-bahan alam sehingga  konsep rumah dan kebun menjadi satu kesatuan.

Perhatikan pula Pembagian ruang pada rumah kebun tropis, tidak selalu menggunakan dinding massif, gunakan konsep open space pada ruang-ruang public dan ruang servis. beberapa ruangan bisa dibiarkan terbuka agar menciptakan kesan yang lapang pada rumah dan meningkatkan kualitas sirkulasi udara. Rumah kebun biasanya memiliki jumlah teras lebih dari satu dan berukuran besar, hal ini agar jarak pandang dari dalam rumah ke area terbuka atau area hijau lebih transparan sehingga menimbulkan kesan yang lebih natural pada rumah tersebut.

 

 

ewe

Nistain Odop, ST
Arsitek – Penulis –
Lulusan AT YKPN dan Universitas Teknologi Yogyakarta

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *