87aea787476af6a1cd8fbb0e75dc4411

VERTICAL GARDEN PADA BANGUNAN SEMPIT

Taman vertikal menjadi sebuah solusi baru bagi setiap orang yang ingin memiliki taman yang indah tetapi terkendala minimnya lahan. Tidak hanya di luar rumah, taman vertikal juga bisa Anda terapkan di dalam rumah. Taman vertikal  kadang disebut dengan istilah “dinding hijau” atau “dinding hidup.” Dalam Bahasa Inggris biasa disebut dengan istilah green wall, adalah cara bertanam atau bercocok tanam pada lahan yang sempit dengan menggunakan media vertikal atau dinding.  Dengan sistem ini, meski lahan sempit, Anda tetap mampu menghadirkan nuansa taman yang asri pada hunian Anda.

Taman vertikal memiliki banyak manfaat seperti menciptakan taman cantik di lahan terbatas, menambah supply oksigen, sebagai sun shading yang menahan panas dari luar, meredam kebisingan suara serta mengurangi penyerapan sinar matahari pada dinding sehingga sebuah ruangan menjadi lebih sejuk. Sedangkan keuntungan lain berkebun dengan vertical garden adalah memudahkan dalam perawatan tanaman serta menghemat biaya.

  1. Green Facades,mengacu pada penggunaan tanaman yang ditujukan untuk menutupi struktur tertentu dengan media tanam. Media utama green facades adalah tanaman merambat yang dibiarkan tumbuh merambat pada bidang dinding. Taman vertikal ini cukup sederhana dari sisi proses pembuatan dan kesan yang dihasilkan. Biasanya green facades sering diterapkan di rumah minimalis dengan lahan yang sempit.
  2. LivingWall atau Hydroponic merupakan dinding yang diberikan media tanam sebagai tempat tanaman dapat berdiri dan tumbuh secara vertikal. Pembuatan living walls membutuhkan persiapan dan komponen-komponen yang lebih detail. Komponen tersebut biasanya terdiri dari rangka, panel tanaman, sistem irigasi dan pemupukan, media tanam dan tanaman itu sendiri. Untuk media tanam yang akan digunakan, Anda tidak harus membeli baru. Anda dapat menggunakan media tanam misal dengan membuat pot dari pipa paralon yang dilubangi dengan sentuhan artistik tertentu dan dipasang berdiri memanjang, bisa juga menggunakan bambu atau botol bekas. Jika ingin menampilkan keindahan dan struktur yang tahan lama, wadah bisa dicat, dilukis, atau ditempeli bebatuan.

Pastikan Anda memilih tanaman yang tepat. Tanaman tersebut harus memenuhi syarat dan kondisi di lokasi penanaman. Pilih tanaman dengan bobot yang ringan atau tidak terlalu berat dan pilih tanaman yang pertumbuhannya agak lambat. Perhatikan pula faktor kebutuhan cahaya dan air pada tanaman. Jika pengaplikasiannya tepat, maka vertical garden Anda akan tampak hijau dan cantik.

Untuk dapat membuat sendiri taman vertikal pada lahan rumah, Anda harus memperhatikan desian yang diinginkan dan jangan lupa untuk mempertimbangkan kekuatan struktur dinding. Hal ini karena tanaman pada taman vertikal nantinya akan dipasang ke dinding. Agar dinding tidak mengalami kerusakan akibat beban dari taman vertikal dan proses pelembaban dinding, terlebih dahulu dinding tersebut perlu diperkuat dengan rangka besi atau kayu dan pada dindingnya diberi lapisan anti bocor atau water proofing. Jangan lupa juga bahwa taman vertikal memerlukan perhatian yang lebih ekstra dibandingkan dengan landed garden, oleh karena itu sering-seringlah menyirami dan membersihkannya agar taman vertikal terpelihara dan mampu menghadirkan taman yang cantik di rumah Anda.

ewe

Nistain Odop, ST
Arsitek – Penulis –
Lulusan AT YKPN dan Universitas Teknologi Yogyakarta
Untuk konsultasi seputar property

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *